Sabtu, 05 Maret 2016

Ilmu Tauhid ( Pentingnya Belajar Ilmu Tauhid)





بسم الله الرحمن الرحيم   


 Segala puji bagi Allah yang menciptakan makhluknya yang bernama manusia  dan melengkapi ciptaannya  itu dengan akal dan pikiraan dan pemahaman. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi Muhammad Saw yang beliau membawa risalah tauhid kepada umatnya. Begitu pula shahabat beliau, keluarga beliau dan zuriat serta pengikut beliau sampai akhir zaman.

            Mempelajari ilmu tauhid adalah kewajiban bagi setiap mukallaf.  Oleh karena itu, saya sebagai hamba yang faqir berusaha menyusun risalah kecil ini untuk membantu diri sendiri mempelajari ilmu tauhid ini. Dan, semoga juga bisa dibaca dan dipelajari orang lain. Saya akui, saya bukanlah ahlinya, namun saya berharap semoga Allah memberikan taufik dan hidayah dalam menyusun risalah ini agar apa yang ditulis benar adanya. Risalah kecil ini saya beri nama “Ilmu Tauhid Sebagai Pelita Hati”.

            Jika ternyata ada kesalah ditemukan, mohon kiranya para guru dan alim ulama memberikan teguran dan masukan.  Harapan, semoga risalah kecil ini dijadikan simpanan pahala  oleh Allah yang terus mengalir pahalanya kepada saya, dan kepada guru-guru saya dan para alim ulama yang ilmunya saya petik baik dari pengajian langsung atau pun dari buku-buku mereka yang pernah saya  baca. Amin.

Pentinganya Belajar Ilmu Tauhid

            Belajar ilmu tauhid, atau ilmu lainnya  yang disyariatkan agama merupakan kewajiban. Jika ditunaikan tentu menggugurkan dari kewajiban dan tuntutan sekaligus mendaptkan pahala dan ganjaran dari Allah. Oleh karena itu, mempelajari ilmu agama hendaknya diutamakan daripada mencari penghidupan dunia, 

Menuntut ilmu agama adalah untuk menyempurnakan segala amal ibadah yang difardhukan, terutama ilmu tauhid. Ilmu tauhidlah akar semua ibadah karena ibadah yang tiada sempurna ilmu tauhid, pengenalan kepada Allah, tidak  akan diterima.

Ilmu tauhid termasuk ilmu yang terbilang sukar, namun kita wajib mengusahakan secara maksimal untuk sampai pada pengenalan yang sempurna dengan  baik belajar kepada para guru, alim ulama maupun dengan muzakarah atau berdiskusi  serta membaca buku-buku karangan para ulama kita dengan  kesungguhan yang kuat, di  setiap ada kesempatan. Tak cukup dengan mendengar-dengar pembicaraan orang di warung kopi saja.

Demikian pentingnya ilmu ini, jangan sayang dengan harta dan waktu  buat mendapatkan ilmu itu karena ilmu inilah yang nanti menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Dan, jangan sampai kita menganggap enteng dengan ilmu ini supaya tidak jadi penyesalan di hari kemudian. Jika kita tidak mengusahakan secara maksimal, dikhawatirkan kita jatuh kepada kejahilan yang akan menjerumuskan kita pada kebinasaan lantaran kita tidak mensyukuri akal pikiran yang diberikan Allah, amal pun tidak diterima dan ujung-ujungnya kita mendapat azab Allah di akhirat yang tidak ada siapa pun yang bisa menyelematkan dan menolong kita.

Untuk menggairahkan kita menuntut ilmu pengetahuan agama, Syekh Ahmad Bin Muhammad Suhaimi mengingatkan kita untuk mengetahui dasar pengetahuan yang  sepuluh macam. Dan, inilah dasar pengetahuan yang sepuluh macam itu dalam bidang ilmu tauhid.

 Pertma, Mengetahui hadnya, yakni pengertian atau takrif ilmu tauhid. Yaitu, ilmu yang membahas iktiqad keyakinan yang diwajibkan agama berdasarkan dalil yang meyakinkan.

Kedua, maudhu`nya. Yakni pembicaraan tentang zat Allah dan segala rasul yang berkenaan dengan hal yang wajib dan mustahil dan yang harus.

Ketiga, Wadha`nya. Yakni orang yang mula-mula mempolerkannya yaitu Syekh Abul Hasan Al Asy`arid an Abu manshur Al Maturidi.

Keempat, Ismuhu, namanya. Ilmu tauhid, dinamai juga dengan ilmu shifat dua puluh. Ilmu aqaid, ilmu ushuluddin, dan ilmu kalam.

Kelima, Fadhluhu, fadhilat, kelebihannya yaitu semulia-mulia ilmu karena ia membedakan antara iktikad-iktikad yang benar dan rusak. Dan, juga melepaskan dari kekal dalam api neraka.

Keenam, hukumnya. Yakni wajib mempelajari ilmu tauhid ini bagi laki-laki dan perempuan yang mukallaf.

Ketujuh, Tsamaratuhu, buahnya. Buah dari mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal, makrifat kepada Allah, yang dengan pengenalan itu  kita mendapat keberuntungan di dunia dan kebahagiaan yang kekal di akhirat.

Kedelapan, istimdatuhu, yakni tempat keluarnya yaitu dari Al-Qura`an dan Hadits Nabi dan dalil-dalil akal.

Kesembilan, Nisbatuhu, Nisbah ilmun tauhid adalah dibangsakan atau dikelompokkan dalam bidang ilmu agama.

Kesepuluh, Masailuhu, yakni masalah yang dibahas. Mengetahui segala hukum hukum, yakni yang wajib, mustahil dan harus.